Suaratempo.com Nganjuk, TargetNews Jatim – Masyarakat Nganjuk kembali dibuat resah dengan maraknya akun-akun mencurigakan di platform live streaming. Salah satunya akun dengan nama tampilan “J.K 090102” yang belakangan muncul di siaran langsung (live) dan diduga kuat bukan identitas asli.
Dalam siaran langsung yang sempat terekam tangkapan layar, akun tersebut menampilkan interaksi dengan ratusan penonton. Yang membuat janggal, akun ini mengiming-imingi hadiah uang antara Rp1 juta hingga Rp5 juta dengan kalimat “Mau tap” dapat 1–5 juta. Ajakan seperti ini dikhawatirkan menjadi modus penipuan yang menyasar masyarakat awam.
Selain itu, akun “J.K 090102” tampak aktif meminta dukungan dalam bentuk gift atau hadiah digital dari para penonton. Beberapa pengguna bahkan mengaku sudah tergiur mengikuti arahan akun tersebut. “Bantu saya mencapai target, semoga bapak j.k bisa bantu,” begitu salah satu pesan yang tampil dalam siaran live.
Warga yang melaporkan temuan ini menegaskan bahwa identitas pemilik akun tidak jelas, sehingga berpotensi menyalahgunakan nama orang lain. “Kami khawatir ini akun palsu yang sengaja dibuat untuk menipu. Kalau dibiarkan, banyak korban yang bisa tertarik janji hadiah, padahal itu hanya modus,” ujar salah seorang warga Nganjuk yang enggan disebut namanya.
Minta Ditindaklanjuti Aparat dan Platform
Masyarakat berharap pihak kepolisian, khususnya Unit Siber Polres Nganjuk, segera melakukan pelacakan. Mereka meminta identitas asli pemilik akun dibuka, termasuk alamat IP dan data registrasi, guna memastikan apakah benar ada unsur penipuan atau penyalahgunaan identitas.
Selain kepolisian, masyarakat juga mendorong pihak platform live streaming tempat akun itu beroperasi untuk segera melakukan verifikasi dan, bila terbukti melanggar, memblokir akun tersebut. “Jangan sampai aplikasi live streaming ini jadi sarana orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan dengan cara menipu,” tegas salah satu netizen.
Ajakan Waspada
Pakar IT lokal menyebut modus seperti ini mirip dengan pola phishing atau scam digital, di mana pelaku menjanjikan imbalan besar untuk menarik perhatian. “Begitu korban terlena, biasanya mereka diarahkan untuk mengirim gift, transfer uang, atau memberikan data pribadi. Itu sangat berbahaya,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran hadiah instan dari akun-akun tidak dikenal di media sosial atau aplikasi live. Bila menemukan indikasi serupa, segera laporkan ke pihak berwenang agar cepat ditindaklanjuti.
Bukti Telah Diamankan
Sebagai bahan pelaporan, warga telah mengamankan beberapa bukti digital berupa screenshot siaran langsung, rekaman tampilan akun, serta percakapan penonton. Bukti ini akan dilampirkan ke laporan resmi di kepolisian.
Dengan adanya laporan ini, diharapkan aparat dan penyedia platform bisa bergerak cepat menutup ruang bagi akun palsu, sehingga masyarakat lebih terlindungi dari praktik penipuan daring yang kian marak.
Redaksi