SIDOARJO – Komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif kembali membuahkan hasil positif. Kali ini, Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Satlantas Polresta Sidoarjo mendapat apresiasi tinggi dari komunitas difabel atas layanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dinilai sangat humanis dan ramah disabilitas.
Bagi penyandang disabilitas, mendapatkan SIM seringkali dianggap sebagai tantangan besar. Namun, suasana berbeda dirasakan di Satpas Polresta Sidoarjo. Sejak langkah pertama memasuki gedung, para pemohon difabel langsung mendapatkan pendampingan khusus dari petugas, mulai dari pendaftaran hingga tahapan ujian.
Pendampingan “Spesial” Tanpa Kurangi Standar Salah satu momen menarik terlihat di ruang ujian teori. Petugas dengan sabar membimbing peserta yang kesulitan memahami instruksi teknis tanpa sedikit pun mengurangi substansi standar ujian yang berlaku. Begitu pula saat ujian praktik, petugas turun langsung ke lapangan untuk menjelaskan alur secara komunikatif guna memupuk rasa percaya diri peserta.
Aiptu Eko, salah satu petugas uji teori, menegaskan bahwa pelayanan ini adalah bentuk nyata komitmen Polri dalam menjamin hak yang sama bagi setiap warga negara.
“Saudara-saudara kita yang difabel harus mendapatkan hak pelayanan yang sama. Di sini kami berikan porsi yang lebih spesial, sesuai kebutuhan mereka, tanpa mengurangi standar kompetensi yang ditetapkan,” tegas Aiptu Eko dengan ramah.
Transparansi Tanpa Pungli Selain pelayanan yang inklusif, komunitas difabel juga menggarisbawahi transparansi biaya di Satpas Polresta Sidoarjo. Mereka memastikan bahwa seluruh proses berjalan bersih tanpa pungutan liar. Biaya yang dikeluarkan murni sesuai aturan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), ditambah biaya pemeriksaan kesehatan dan psikologi resmi.
Jadi Role Model Pelayanan Publik Langkah nyata Satlantas Polresta Sidoarjo ini diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, namun menjadi standar konsisten yang dapat dicontoh oleh instansi pelayanan publik lainnya di Indonesia.
“Kami merasa dihargai dan diakui haknya. Pelayanan seperti inilah yang kami butuhkan, di mana keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk taat administrasi dan hukum,” ujar salah satu perwakilan komunitas difabel.
Dengan adanya layanan humanis ini, Satpas Polresta Sidoarjo sukses membuktikan bahwa profesionalisme kepolisian dapat berjalan beriringan dengan empati, demi mewujudkan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.