Masih Misteri Proyek Miliaran Gorong Gorong Mangkrak Desak Walikota dan APH Periksa Kontraktornya
SUARATEMPO.COM | SURABAYA – Proyek pembangunan saluran/gorong-gorong dan pekerjaan jalan di kawasan Jalan Jetis Kulon–Seraten, Ketintang, Surabaya, semakin menjadi sorotan.
Bukan hanya karena aktivitas pekerjaan yang terpantau berhenti, kondisi material dan saluran yang belum sepenuhnya tertata, serta debu yang berterbangan, tetapi juga karena munculnya sejumlah pertanyaan mengenai spesifikasi konstruksi, pengawasan proyek, pihak pelaksana, hingga dugaan pemberian uang kepada wartawan ketika proses konfirmasi mengenai proyek dilakukan.
Persoalan tersebut kini didorong untuk dibuka secara terang melalui dokumen kontrak, pemeriksaan teknis dan klarifikasi seluruh pihak terkait.
Gus Har, anggota LPK-YLDI, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membuat vonis terhadap siapa pun.
Namun, menurutnya, semakin banyak pertanyaan yang muncul justru semakin kuat alasan bagi instansi terkait untuk membuka data secara transparan.
“Kami tidak mencari kambing hitam. Kami meminta fakta. Kalau proyek benar, tunjukkan datanya. Kalau kualitasnya sesuai, uji dan buktikan. Kalau ada kekurangan, perbaiki. Jangan masyarakat hanya diberi jawaban normati.
Hasil pemantauan di kawasan Jalan Jetis Kulon–Seraten, termasuk sekitar kawasan pelayanan Samsat Surabaya Selatan, menunjukkan aktivitas pekerjaan tidak terlihat ketika dilakukan pemantauan.
Di lokasi masih terdapat material dan bagian pekerjaan yang belum sepenuhnya tertata,
kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar,
apakah proyek benar-benar mangkrak, atau hanya dihentikan sementara,”Ucap Gus Har.
Jika hanya penghentian sementara, apa penyebabnya,
Jika terdapat kendala teknis, apa kendalanya
Jika kontrak masih berjalan, berapa progres fisiknya.
Dan jika pekerjaan telah dinyatakan selesai pada bagian tertentu, siapa yang menyatakan pekerjaan tersebut telah memenuhi persyaratan.
“Jangan masyarakat diminta percaya begitu saja. Kami ingin melihat data dan kondisi faktual di lapangan,” tegasnya.
Kondisi lokasi proyek yang belum sepenuhnya tertata juga menimbulkan persoalan lingkungan dan kenyamanan pengguna jalan,
material dan permukaan jalan yang terbuka membuat debu mudah beterbangan ketika kendaraan melintas.
Aktivitas masyarakat, kendaraan dan pelayanan publik berlangsung setiap hari.
Karena itu, aspek keselamatan, kebersihan dan pengamanan lokasi seharusnya menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan selama pekerjaan berlangsung.
Karena itu, pemeriksaan kualitas harus dilakukan berdasarkan metode teknis yang dapat dipertanggung jawabkan.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan bagian saluran/gorong-gorong yang masih terbuka.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan masyarakat apabila tidak segera diberi pengamanan memadai.
Nama Yusuf, ST turut menjadi sorotan setelah dalam sejumlah dokumen perusahaan yang tersedia secara terbuka disebut sebagai Direktur PT Tiara Multi Teknik.
“Keselamatan warga tidak boleh menunggu proyek selesai. Kalau ada lubang terbuka, amankan sekarang. Jangan menunggu ada korban baru bergerak,”Terang Gus Har.
Karena itu, apabila berkembang dugaan bahwa Yusuf merupakan pihak yang berada di balik pekerjaan tersebut, maka keterkaitan itu harus dibuktikan melalui dokumen pengadaan, kontrak, surat perintah kerja, dokumen pelaksanaan dan hubungan resmi antar-pihak.
“Kalau disebut dalang, buktikan. Siapa penyedianya, siapa pelaksananya, siapa pengawasnya, siapa PPK-nya, siapa penanggung jawab teknisnya. Jangan hanya mengandalkan nama yang beredar,” Ucap Gus Har.
Informasi mengenai keterlibatan dua badan usaha berbentuk CV dalam pekerjaan tersebut juga perlu diperjelas.
Termasuk CV Adhiloka Surya, yang disebut berkaitan dengan pekerjaan saluran di kawasan Jetis Seraten.
“Kalau pengawasan benar-benar berjalan, tunjukkan hasil pengawasannya. Kalau ada kekurangan, jelaskan tindakan koreksinya. Jangan sampai laporan administrasi mengatakan baik sementara kondisi lapangan menimbulkan pertanyaan,” tegasnya.
Masyarakat hanya meminta pekerjaan sesuai kontrak, kualitas sesuai spesifikasi, lokasi aman dan anggaran digunakan secara bertanggung jawab,”Terangnya.
(Red)






