SUARATEMPO.COM KOTA BATU – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Sejati yang berada di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Hasil produksi pertanian nya di berbagai komoditas berhasil menembus pangsa pasar global, bahkan sukses melakukan MoU /kontrak bersama PT. PELNI milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) awal kontrak selama satu tahun.
Keberhasilan kontrak bersama PT.PELNI dengan Gapoktan Mitra Sejati diawali sejak bulan Januari sampai September 2025, sudah berhasil mengantongi 30 pre order (PO) dari PT.PELNI. Dari jumlah PO itu, satu lembar surat pesanannya ada 40-50 berbagai macam jenis sayuran maupun buah yang wajib di siapkan oleh Gapoktan Mitra Sejati,”kata Ketua Achmad Zaini, Rabu (24/9/25).
Ditambahkan oleh Zaini, dari jumlah 30 PO yang sudah masuk di Gapoktan Mitra Sejati, dalam waktu satu bulan bisa melakukan pengiriman jenis sayur dan buah ke beberapa nama jenis kapal ke di bawah naungan PT.PELNI, mencapai 8 kali pengiriman. Sedangkan nilai rupiahnya dari satu PO bisa mencapai Rp.25-30 juta rupiah.
“Yang terpenting saya selaku ketua Gapoktan Mitra Sejati yang membawahi 126 anggota petani, tetap melakukan komunikasi terus menerus dengan seluruh anggota. Karena bentuk tanggung jawab besar kami selaku Gapoktan Mitra Sejati untuk disiplin dan konsisten dalam melayani pesanan PT. PELNI yang sewaktu-waktu di minta untuk kirim barang,”terang Zaini.
Dari seluruh anggota Gapoktan Mitra Sejati, dalam melakukan penyediaan barang berupa sayuran, buah maupun jenis rempah-rempah agar benar-benar menjaga mutu,kwantitas yang bagus dari hasil produksi pertaniannya. Untuk menjaga hasil yang maksimal,seluruh anggota Gapoktan Mitra Sejati rutin setiap satu minggu sekali melakukan rapat bersama seluruh anggota.
“Harapannya dengan dilakukan koordinasi pada seluruh anggota Gapoktan, akan bisa merubah pola produksi yang baik berkualitas dan nilai jualnya bisa terjamin. Maka para petani khususnya di Kota Batu, agar melakukan inovasi baru bukan berharap pada komoditas yang sudah jala. Tetapi petani di tuntut dengan kebutuhan masyarakat hasil pertanian modern dan kompetensi, agar bisa mengangkat ekonomi petani meningkat,”singkat Ahmad Zaini.
Penulis : Redaksi
Editor : redaksi