Tasyakuran RT 02 dan RT 10 Gundih, Wujud Kekompakan Warga yang Terus Terjaga

Tasyakuran RT 02 dan RT 10 Gundih, Wujud Kekompakan Warga yang Terus Terjaga

SUARATEMPO.COM-Surabaya||Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan terlihat dalam acara tasyakuran yang digelar oleh warga RT 02 dan RT 10, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kekompakan antarwarga.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri warga dari lingkungan RT 02 dan RT 10, di lapangan warga Gundih menjadi tempat berkumpulnya masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana penuh keakraban.

Ketua RT 02, Supangat, menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran bukan hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga.

“Kami bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Yang paling penting adalah kebersamaan dan kekompakan warga. RT 02 dan RT 10 harus terus bersatu, saling mendukung, serta menjaga kerukunan,” ujar Supangat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RT 10, Holik, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut hadir dan mendukung kegiatan.

Menurutnya, kebersamaan seperti ini perlu terus dipertahankan karena menjadi kekuatan dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman dan harmonis.

“Kami sangat mengapresiasi warga yang hadir dan ikut menyukseskan acara.

Semoga kekompakan RT 02 dan RT 10 semakin kuat. Kalau warga bersatu dan kompak, berbagai kegiatan di lingkungan akan lebih mudah dilaksanakan,” ujar Holik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua RW 01 bersama jajaran staf, serta para tokoh dan warga setempat.

Kehadiran pengurus RW dan RT menunjukkan sinergi antara pengurus lingkungan dengan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di wilayah Kelurahan Gundih.

Acara tasyakuran berlangsung dalam suasana meriah, namun tetap mengedepankan nilai kebersamaan.

Warga tampak berbaur tanpa membedakan wilayah RT, sehingga tercipta suasana guyub dan penuh kekeluargaan.

Bagi warga Gundih, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Lebih dari itu, tasyakuran menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, kepedulian sosial, gotong royong, serta rasa memiliki terhadap lingkungan.

Penulis: Mat Rasid Gaol
Editor: Soleh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *