Suaratempo.co. Surabaya – Di balik tugas berat sebagai anggota kepolisian, terdapat sosok polisi yang dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdiannya. Dia adalah Aipda Sigit Dwi Susanto, yang akrab disapa “Hellboy”.
Viralnya “Hellboy” melekat karena ketegasan dan keberaniannya dalam menjalankan tugas. Namun, di balik karakter tersebut, Aipda Sigit dikenal sebagai pribadi yang humanis, rendah hati, dan selalu mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Bagi Aipda Sigit, menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian. Ia meyakini bahwa kehadiran polisi harus mampu memberikan rasa aman, menjadi pelindung, pengayom, serta sahabat bagi masyarakat di segala situasi.
Dalam kesehariannya, Aipda Sigit tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif membangun komunikasi dengan warga, mendengarkan keluhan masyarakat, dan berupaya memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi lingkungan sekitar.
Prinsip pengabdian yang dipegang teguh membuat dirinya terus berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan. Baginya, setiap langkah dan tindakan yang dilakukan harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Menjadi polisi adalah amanah. Selama masih diberikan kesempatan mengabdi, saya ingin terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Aipda Sigit Dwi Susanto.
Semangat pengabdian yang ditunjukkan Aipda Sigit “Hellboy” menjadi cerminan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang senantiasa bekerja dengan hati demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama.
REDAKSI SUARATEMPO.COM











