SUARATEMPO.COM, Surabaya – Siapa yang tidak tahu dengan penyebrangan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Kamal Bangkalan Madura.
Pelabuhan Tanjung Perak ini penyebrangan satu-satunya untuk warga pulau Madura yang ingin berkunjung maupun bekerja di Kota Surabaya ataupun sebaliknya dari Kota Surabaya ke pulau Madura.
Sebelum jembatan Suramadu ada. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Kamal Bangkalan Madura ini sangat ramai bahkan warga rela antri panjang untuk bisa menyeberang melalui kapal.
Banyak pedagang asongan dan warteg berjualan seperti makanan, rokok, air mineral dan lainnya di sekitar pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Tapi setelah jembatan Suramadu ada dan diresmikan pada (11/6/2009) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Pelabuhan Tanjung Perak dan Kamal mulai sepi penumpang.
Banyak masyarakat Surabaya dan Madura berpindah alih ke jembatan Suramadu yang dinilai lebih praktis, alternatif, tanpa antri menunggu.
Salah satu pedagang asongan yang kini masih bertahan demi biaya hidup mengungkapkan pada SUARATEMPO.COM saat tidak sengaja bertemu.
“Mau gimana lagi mas kalau tidak jualan disini mau jualan kemana lagi, walaupun sepi penumpang disyukuri saja yang penting bisa makan mas,”ujarnya.
Dari hasil pantauan SUARATEMPO.COM Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Kamal Bangkalan Madura benar sepi penumpang dan banyak warung warteg memilih tutup dikarenakan tidak mencukupi biaya sewanya.
Redaksi